Transformasi Perilaku Keuangan Digital: Studi QRIS dan Literasi Keuangan dalam Perspektif Islam 142 41

Penulis

  • Intan Suri Mahardika Pertiwi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.56174/pjieb.v6i2.396

Kata Kunci:

fintech,, QRIS, Literasi Keuangan, Perilaku Keuangan, Keuangan Islam

Abstrak

Pemanfaatan teknologi keuangan yang semakin berkembang telah mengubah pola transaksi masyarakat
menuju penggunaan sistem pembayaran digital yang semakin luas, salah satunya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Namun, tingginya tingkat penggunaan teknologi pembayaran digital belum tentu diikuti oleh peningkatan kualitas perilaku keuangan penggunanya.
Penelitian ini memiliki kebaruan dengan mengkaji transformasi perilaku keuangan digital sebagai variabel terikat yang dipengaruhi oleh penggunaan QRIS dan literasi keuangan pada pengguna aplikasi DANA dalam perspektif pengelolaan keuangan digital. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan QRIS dan literasi keuangan terhadap transformasi perilaku keuangan digital pada pengguna aplikasi DANA di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data
diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS tidak berpengaruh signifikan terhadap transformasi perilaku keuangan digital dengan nilai signifikansi sebesar 0,366 (>0,05). Sebaliknya, literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap transformasi perilaku keuangan digital dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Selain itu, koefisien determinasi menunjukkan bahwa penggunaan QRIS dan literasi keuangan secara simultan mampu menjelaskan 85,4% variasi transformasi perilaku
keuangan digital, sedangkan sisanya sebesar 14,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Temuan ini menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan faktor yang lebih dominan dalam mendorong transformasi perilaku keuangan digital dibandingkan penggunaan teknologi pembayaran
digital semata. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan perlu terus ditingkatkan sebagai strategi
untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan
ekosistem keuangan digital.

Diterbitkan

2026-07-31