Pemahaman Perempuan Muslim di Pedesaan terhadap Isu Halal pada Kosmetik Lokal 243 184

Penulis

  • Sry Lestari Samosir Universitas Negeri Medan
  • Abdul Rahman Matondang Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.56174/pjieb.v5i2.308

Kata Kunci:

kosmetik halal, perempuan Muslim, isu halal

Abstrak

Isu halal dalam kosmetik telah menjadi perhatian penting di kalangan masyarakat Muslim, terutama
perempuan yang menggunakan produk kosmetik untuk kebutuhan sehari-hari. Kajian ini bertujuan
untuk mengeksplorasi pemahaman perempuan Muslim di Desa Tanjung Selamat, Deli Serdang,
terhadap konsep halal pada kosmetik lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain
fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil temuan
menunjukkan bahwa religiositas merupakan faktor utama yang memengaruhi pemahaman dan
preferensi informan terhadap kosmetik halal. Norma sosial memainkan peran penting dalam
memperkuat pola konsumsi kolektif, sementara pengetahuan tentang sertifikasi halal masih terbatas
pada aspek dasar, seperti bahan baku. Preferensi terhadap merek lokal, seperti Wardah dan Mustika
Ratu, didorong oleh aksesibilitas yang baik dan relevansi budaya yang tinggi. Penelitian ini menyoroti
pentingnya edukasi halal berbasis komunitas untuk meningkatkan literasi halal di pedesaan serta
perlunya inovasi produk lokal guna memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam. Implikasi
praktis dari penelitian ini adalah produsen kosmetik lokal perlu mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan
keagamaan secara strategis dalam pemasaran mereka untuk lebih efektif menjangkau segmen konsumen
di wilayah pedesaan. Kebaruan kajian ini terletak pada eksplorasi konteks pedesaan yang jarang menjadi
fokus kajian sebelumnya, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan literatur
tentang konsumsi halal.

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-15